Apakah Anda Sudah Menjadi Kapten Kapal 

​*Penumpang kapal* – anak-anak Anda – bukanlah Kapten Kapal. Kalau mereka berpindah posisi jadi Kapten Kapal, maka segunung persoalan sepanjang hidup akan tumbuh. *Orangtua Sebagai Kapten Kapal*

Kalau orangtua menyadari sepenuhnya bahwa ia adalah Kapten Kapal, ia tak perlu berdebat, bertengkar, atau meyakinkan penumpangnya, baik dengan ancaman mapun sogokan bahwa dirinya adalah sang pemimpin. Orangtua juga tak perlu menyuap anak agar mereka menyukainya. Ia tahu peran-perannya dan mampu menjalankannya – dengan atau tanpa persetujuan anak-anaknya. 

Akui dan dengarkan sudut pandang anak-anak, tetapi jalankan semua konsekuensi yang telah disepakati. Beritahu (atau ajak berdiskusi – bergantung usianya) anak apa yang akan terjadi jika mereka melakukan ini dan tidak melakukan itu. “Ya, kamu tiap pagi boleh menonton Pocoyo. Sehari sekali saja. Kalau kamu menonton lebih dari sekali, besok kamu tidak boleh menontonnya. Kalau kamu menonton cuma sekali, waktumu untuk bermain robot-robotan akan pas, tidak berkurang.” Apakah Anda sudah menjadi Kapten Kapal? DB

Dr. Dono Baswardono, Psych, Graph, AISEC, MA, Ph.D – Marriage & Family Therapist.

Advertisements

Author:

ig:@hikmahlagi|Twitter:@hikmahlagi1|Mahasiswi STIEM Cilacap|Calon jenazah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s