​PAUD ITU USIA BERMAIN

 ada seorang ibu bertanya kepada saya, Bang Imam Kinali Bekasi anak saya kok kalau disekolah pendiam, tetapi kalau di rumah malah sebaliknya, crewet…
Jawaban ini harus dipilah dari 2 sisi, sisi sekolah dan sisi di rumah dan lingkungannya …


~ jawaban dan sekaligus kritik untuk sekolah, siibu saya tanya, apakah ibu mendapatkan laporan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) dari sekolah, misalnya mingguan, bulanan atau masalah tertentu harian anak seperti apa?
si ibu jawab tidak pernah.
saya lanjutkan bertanya apakah ibu pernah diundang kelas parenting di sekolah anak ibu?
jawabnya sama, tidak pernah
pertanyaan saya, apakah anak ibu diantar ke sekolah dan di jemput selalu tepat waktu?
jawab si ibu, iya
kemudian, saya lanjutkan apakah anak ibu diantar baby sister (pembantu)?
jawabnya iya
~ saya mau juga mengoreksi saat anak sedang di rumah, ketika pulang sekolah, apa yang dilakukan anak dan ditawarkan ketika berada di rumah?
dikasih makan, main game (di tv atau handphone), nonton tv (film anak-anak tentunya), tidur siang, mandi, apakah semua ini sudah dilakukan dengan baik?
jawab si ibu, iya, kalau soal ini saya ketat
Ibu ini heran, anak saya apa tidak cocok sekolah disitu ya?
SAYA BILANG COCOK, CUMA …
Ya itu nasehat saya, ibu-ibu guru dan bunda PAUD di sekolah (untuk yang PAUD Formal/TK/RA) ya kalau boleh berikan keterangan yang benar tentang STPPA anak kepada ibunya, minimal per minggu, 1 x sebulan dan tiap 3 bulanan.
Kemudian buat kelas parenting dan kelas memasak menu makanan (sarapan) anak, apakah tiap bulan atau minimal 1 x per 3 bulan (2x per semester)
ibu guru/bunda PAUD jangan selalu memberikan pelajaran kepada anak usia PAUD di ruangan kelas, coba bagi waktunya eksplor di luar ruangan (masih di lokasi sekolah), bukankah anak ingin diajari keberanian, mandiri, dan berkarakter?
Ibu guru/bunda PAUD, sudahkah ada waktu anak untuk bermain setiap hari di sekolah (adakah alat/peraga bermain peran, karakter, dan menjalankan ibadah di sekolah) kalau ada, coba setiap hari diterapkan, tetapi tergantung mood anak ya
Jawaban untuk Si Ibu yang memiliki anak PAUD, coba anak diantarkan minimal 0,5 jam (setengah jam) sudah sampai di sekolah sebelum jam belajar, agar anak bisa bermain terlebih dahulu dan bersosialisasi dengan anak lainnya.
Saat mau dijemput, tawarkan anak apakah ia mau ingin bermain lagi dengan teman-temannya di halaman sekolah (main ayunan, main pasir, dan alat peraga lainnya)
Saat di rumah, anak tidak boleh diberikan kebebasan untuk nonton film game semaunya, atau lewat hp, karena prinsip sang ibu yang penting anaknya ANTENG (tidak rewel)
Yang terakhir buat ibu guru/bunda PAUD dan ibu si anak, ada yang selalu terlupakan, bahwa anak belum pernah ditanya dan diberikan pilihan untuk BERMAIN, YA… BERMAIN.
Coba, setiap hari ditanya, hari ini senang ga BERMAIN DI SEKOLAH DAN BERMAIN DI RUMAH …
Berapa jam, anak dikasih waktu bermain (bersosialisasi dengan teman) baik di rumah maupun di sekolah?
Bukankah anak usia PAUD adalah anak yang harus cukup waktu bermainnya, 
Motto PAUD saja kita jangan lupa, “BELAJAR SAMBIL BERMAIN, BERMAIN SAMBIL BELAJAR” 
Ayo bu guru/bunda PAUD dan ibu-ibu yang punya anak usia PAUD, patuhi saja motto itu, kembalikan anak (beri kebebasan positif) untuk waktu BERMAIN …
ANAK PAUD HARUS BANYAK WAKTU BERMAIN
WARNING : Jangan Rampas Waktu Bermain Anak Karena Sudah Sekolah PAUD”
Semoga bermanfaat
Bekasi, 14 Maret 2017
#BangImamBerbagi

Advertisements

Author:

ig:@hikmahlagi1|Twitter:@hikmahlagi1|Mahasiswi STIEM Cilacap|Calon jenazah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s