Beli-lah walaupun tidak membutuhkan

​Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

.

Selamat Siang Sahabat 😊😊

.

.

Beliau seorang bapak tua yang  berjualan bengkoang dan (terkadang menjual) pepaya di jalan Sulawesi Cilacap (perempatan rasula) dekat fotocopy . bwat temen temen di Cilacap jika bertemu dengan beliau jangan lupa di beli yaa dagangannya 😊😊 BELILAH WALAU TIDAH MEMBUTUHKAN @ketimbang.ngemis #ketimbang.ngemis #SayNoToNgemis .

.

.

😊😊😊

.

.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Advertisements

HIDUPLAH 1JAM,lalu ulangi untuk satu jam berikutnya


Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya :

”Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?“

Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata :

” Tidak, nak… “
Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi…

” Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun…?”

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.
” Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan…?”

Ayahnya tertawa…

”Mungkin tidak bisa juga,nak”
” OK ayah, ini yang terakhir kali…

Apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja…?”

Akhirnya ayahnya mengangguk.

“Kemungkinan besar,bisa nak”
Anak ini tersenyum lega…

” Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah…

Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar… “
Pernyataan ini mengandung kebenaran …

Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan cara kita menjalani hidup ini…

Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun…

Akan menjadikan kita terbiasa…

Dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat…

Dan sifat akan berubah jadi karakter…
HIDUPLAH 1 JAM 

 :

Tanpa kemarahan,

Tanpa hati yang jahat,

Tanpa pikiran negatif,

Tanpa menjelekkan orang,

Tanpa keserakahan,

Tanpa pemborosan,

Tanpa kesombongan,

Tanpa kebohongan,

Tanpa kepalsuan…
Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya.. .
HIDUPLAH 1 JAM DENGAN :

Dengan kasih sayang kpd sesama…

Dengan damai,

Dengan kesabaran,

Dengan kelemah lembutan,

Dengan kemurahan hati,

Dengan kerendahan hati..

Dengan ketulusan..
Dan Mulailah dari Jam ini…
1 jam yang sederhana, tapi sangat mungkin akan berarti bagi perjalanan 10 tahun kedepan, bahkan mungkin sampai akhir hayat.

Aamiin…

​*Satu Jumat di Monas 2 Desember 2016*

Oleh: Denny JA, Pendiri Lingkaran Survei Indonesia*
—————-
Hari itu ada yang beda

Awalnya adalah doa
Ya Allah, kurasakan sentuhanMu

Kulihat jejakMu

Kualami tak pernah

Sebanyak itu manusia
Siapa kuasa kumpulkan mereka

Datang dari aneka wilayah

Menyatu dalam girah

Menyemut  doa

Di Monas Jakarta

Jumlah mereka berjuta 
Ya Allah

Tumbuhkan benih di hati mereka
Ibu  itu terus titikan air mata

Sedari tadi ekspresikan kata

Mensyukuri kehadirannya

Mensyukuri   semua

Berjuang untuk agama
Mona duduk di sebelahnya

Terdiam merasakan cinta

Ia catat dengan seksama

Monas punya peristiwa
Berbeda dengan umumnya mereka

Mona datang bukan sebagai pembela

Sudah lama ia tinggalkan agama

Mona hadir sebagai pengamat belaka

Untuk menggali  data dan fakta

Ia menyamar seolah  pembela
Ketika orang bedoa

Ia berpura berdoa

Ketika orang bertakbir

Ia berpura bertakbir

Ketika orang berzikir

Ia berpura berzikir

Ketika orang sholat

Ia berpura sholat
Namun kini  tersentuh si Mona

Doa dan tangis ibu di sebelahnya

Seolah wahyu dikirim padanya

Dengan sengaja

Mengetuk ia punya jiwa
Mona mencoba menerpa

Ia anggap ilusi belaka

Namun doa ibu di sebelah

Terngiang semakin menggoda
“Ya Allah

Tumbuhkan benih di hati mereka”
Perang dalam batin Mona

Terus bergelora

Remuk redam jiwa

Ia  kehilangan daya

Getar menyelinap penuh tenaga
“Ya Allah

Tumbuhkan benih di hati mereka”
Mona mencoba

Hatinya mengeja

Disebutnya kembali nama itu

Yang lama hilang dari kalbu

Allah, Allah

Ampun Ya Allah
Hatinya membara

Tak tahu mengapa

Ada haru alang kepalang

Mona menangis 

Sejadinya ia tahan

Allah, Allah

Ampun ya Allah
Mona melihat angkasa

Langit ikut membujuknya

Awan merayunya

Melalui hujan gerimis

Mengguyur Monas dengan manis
Untuk pertama kalinya

Setelah sepuluh tahun alpa

Mona  Shalat kembali

Tumbuhkan benih di hati
Shalat itu sudah ia niatkan

Awalnya untuk domplengan

Akhirnya ia tergoda

Dengan shalat, iapun hijrah
Namun ada yang beda

Itu Jumat 2 desember 2016

Ada yang tak biasa

Itu Jumat 2 desember 2016

Ada yang istimewa

Itu Jumat 2 desember 2016
Ia berdoa dalam kerumunan

terbesar sepanjang sejarah

Ia sholat dalam kerumunan

terbanyak sepanjang sejarah
Mona terus menangis

titikkan air matanya di Monas

Alam ikut  menangis

Titikkan hujan di Monas

Desember 2016

#aksi 2 desember

#aksi bela islam 

#aksi super damai

#aksi penduduk langit

​WAHAI RASULULLAH, MENGAPA ENGKAU MENANGIS ?

Pada suatu hari Rasulullah saw ditemui oleh malaikat Jibril. Rasul bertanya “Ada apa wahai Jibril?”. 

Jibril menjawab, “Wahai Muhammad, sesungguhnya hari ini Allah swt sedang mengobarkan nyala api Neraka dan seluruh malaikat amat ketakutan, mereka tidak tahu harus bagaimana,
Untung aku ingat bahwa engkau adalah sumber cinta dan sayang Allah swt kepala alam semesta. Dengan alasan itu aku kesini, bertabaruk dengan cinta Allah kepada dirimu”.
Rasulullah saw terdiam beberapa saat. Kemudian bertanya lagi, “Wahai Jibril, ceritakan padaku bagaimanakah neraka itu sesungguhnya”.
Jibril menjawab “Wahai Muhammad, Neraka itu bagaikan lubang-lubang yang terdiri dari 7 tingkat. Jarak antara satu lubang dengan yang lain ialah perjalanan 70 tahun. Lubang yang palingbawah adalah yang paling panas”.
Nabi saw meneruskan pertanyaannya, “Lalu siapakah penghuni lubang-lubang neraka itu wahai Jibril?”.
Jibril menjawab, “Lubang yang paling bawah diciptakan untuk orang orang munafik, lubang berikutnya untuk penyembah berhala, lalu untuk penyembah bintang dan matahari”.
Jibril terus menerangkan penghuni tingkatan neraka hingga lubang yang ke 5 tempatnya umat Yahudi dan yang ke 6 dihuni oleh umat Nasrani.Setelah menjelaskan penghuni 6 tingkatan Neraka,Jibril diam cukup lama.
Rasulullah saw penasaran dan bertanya kembali, “Wahai Jibril, siapakah penghuni neraka yang ke 7?”. Jibril diam saja tidak menjawab.
Rasulullah saw mengulangi pertanyaannya, tapi Jibril tetap diam.

Rasulullah saw tambah penasaran dan mendesak jibril agar dijawab pernyaannya. 
Akhirnya Jibril pun berkata, “Umatmu wahai Muhammad, mereka itu para pelaku dosa besar di kalangan umatmu yang dimana sampai mereka mati belum sempat bertaubat”.
Mendengar jawaban Jibril, Rasulullah saw langsung jatuh pingsan. Jibril merangkulnya dan meletakkan tubuh baginda di atas pangkuannya.
Tak berapa lama Rasulullah saw sadar dan langsung menangis bersimbah air mata, dengan terisak-isak Rasulullah saw mempertegas pertanyaannya, “Wahai Jibril, apakah benar ada diantara umatku yg masuk neraka?”.
Jibril mejawab“Benar wahai Muhammad, pelaku dosa besar di antara umatmu yang belum bertaubat”.
Setelah itu Rasulullah saw langsung menghadap kiblat dan sujud kepada Allah saw dalam isak tangisnya. 
Sesekali dengan suara pelan beliau membisikkan kata-kata “Ummati ya Rabb, ummati, ummati, ummati.
Beliau saw tidak mengangkat kepalanya dalam keadaan seperti itu selamat 3 hari 3 malam kecuali setiap Bilal bin Rabah mengumandangkan adzan, barulah beliau bangkit untuk menjadi imam dan setelah itu kembali sujud lagi.
Pada hari ke 3, Abu Bakar ra menyadari hal ini, beliau mengetuk pintu Rasulullah saw dan mengucapkan salam 3 kali, namun tidak ada jawaban.
Abu Bakar ra sedih dan berseru di depanpintu Nabi saw, “ Apakah ada jalan untuk masuk kerumah Rasulullah”. Tetap tidak ada jawaban. 
Lalu beliau menangis dan melangkah pulang

Di jalan beliau bertemu sahabat Umar ra, “Mengapa engkau menangis wahai Abu Bakar?”. 
Abu Bakar ra menceritakan keadaan Rasulullah saw. Maka Umar ra pun melangkah menuju rumah Nabi saw dan terjadilah hal yang sama. Umar pun pulang dan menangis.
Di jalan beliau bertemu Salman Al Farisi ra. Dengan terisak-isak Umar ra bercerita kepada Salman ra hingga membuat dia amat sedih, namun dia tidak berani mengulangi hal yang sama.
Salman melangkah menuju rumah Fatimah ra dan menceritakan hal itu.
Setengah berlari Fatimah ra menuju rumah Ayahnya saw dan mengetuk pintu sambil mengucapkan salam. 
Mendengar suara lembut putri tercinta, sejuklah dada Nabi saw. Rasullah saw bangkit dari sujud dan membuka pintu.
Alangkah terkejutnya Fatimah ra melihat beliau yang amat kurus dan pucat. 
Fatimah memeluk beliau saw lalu menangis. “Wahai ayahanda, apa yang terjadi? mengapa engkau amat sedih seperti ini?”. 
Rasulullah saw kembali menangis dan berkata dengan suara lirih, “Wahai Fatimah, belahan jiwaku, bagaimana mungkin aku tidak sedih sedangkan Jibril mengatakan akan ada kelak umatku yang akan akan masuk neraka”

_________________________________

Wahai sahabatku. . . .

Cinta Nabi Muhammad SAW begitu besar kepada kita

Apakah cinta beliau akan terbalaskan…

Atau hanya akan menjadi cinta bertepuk sebelah tangan ?
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد عدد خلقك ورضا نفسك وزينة عرشك ومدد كلماتك
Semoga barokah dan manfaat.

diposting dari grup WA

Rasa Lelah Adalah Penghapus Dosa

Kadang kecapekan pulang kerja untuk menunaikan kewajiban memberi makan anak istri, kelelahan pergi berdakwah, terlalu capek belajar untuk menunaikan kewajiban amanah kuliah dari orang tua

rasa lelah tersebut, jika kita ikhlas dan berihtisab, bisa menjadi penghapus dosa kita
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda,
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu KELELAHAN, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya.” (HR. Al-Bukhari)
Imam Al-‘Aini Menjelaskan,
قوله ” من نصب ” أي من تعب وزنه ومعناه 
“Makna “Nashab” adalah rasa lelah (capek), wazannya (cetakan bahasa Arab) dan maknanya (sama)”. (‘Umdatul Qari’ 21/209)
Catatan:
1. Dosa yang dihapus adalah dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar perlu taubat khusus yaitu taubat nashuha. Dosa besar adalah dosa yang ada ancamannya di dunia atau akhirat, ada hukuman (had) atau ada laknat dan sebagainya.
Inilah taubat yang diperintahkan oleh Allah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya”. [At Tahriim : 8].

 

2. Dosa yang dihapus adalah dosa/maksiat kepada Allah saja, adapun dosa/kesalahan sesama manusia maka caranya adalah dengan meminta maaf langsung atau menyelesaikan dengan damai.
 Selengkapnya ا:
http://muslimafiyah.com/rasa-lelah-adalah-penghapus-dosa.html
Penyusun: Raehanul Bahraen
Add Pاn BB muslimafiyah.com D34FFC4A

Telegram (klik): bit.ly/muslimafiyah

RASULULLAH SAW DAN AISYAH

​Bismillahirrahmaanirrahiim

Sebelum dipinang Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam sebenarnya Bunda Aisyah sudah dilamar oleh Jabir bin Al Muth’im. Namun, melihat kegigihan Abu Bakar membela Islam, orangtua Jabir membatalkan pinangan ini karena khawatir putra mereka tergelincir masuk Islam. 
Dengan mengangkat Bunda Aisyah sebagai istrinya, berarti Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam telah memberi Abu Bakar penghargaan yang sudah sepantasnya.
Kelebihan utama yang dimiliki Bunda Aisyah dibandingkan istri-istri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam yang lain adalah kepandaian dan kecerdasannya. 
Zubair bin Awwam berkata, “Saya belum pernah melihat seorang yang lebih pandai daripada Aisyah tentang Al Quran, hukum fardhu, tentang halal dan haram, tentang syair, tentang kisah, dan silsilah bangsa Arab. 
Kedalamaan ilmu yang dimiliki Bunda Aisyah itu diperolehnya berkat kesempatan seluas-luasnya yang diberikan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam kepada para istrinya untuk menuntut ilmu. 
Dengan kecerdasan dan kekuatan hafalannya, Bunda Aisyah telah meriwayatkan sekitar 2.210 hadits. Bunda Aisyah juga termasuk orang yang berhasil begitu baik merekam kehidupan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dalam benaknya, menceritakan perilaku beliau, dan menghafal sunnah-sunnahnya. 
Pernikahan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dengan Bunda Aisyah terbukti menjadi berkah bagi meluasnya dakwah sepeninggal Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Berkat kepandaian Bunda Aisyah, kaum Muslimin merasa seolah-olah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam masih ada di tengah-tengah mereka untuk membantu memecahkan banyak sekali persoalan yang mereka hadapi. Pada saat Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam masih hidup pun, Bunda Aisyah membantu beliau menyampaikan pelajaran kepada kaum wanita. 
Sumber: Buku Muhammad Teladanku 
Wallahu’alam bish-shawabi

💫💫💫
Allahumma Shalli ‘ala Muhammad Wa ‘alla aali Muhammad
Barakallahu Fiikum 😊
“Happy with Siroh – Happy with Muhammad Teladanku” 
©Gen’ TaRa – Generasi Cinta Rasul – SDI Jabar

RASULULLAH SAW DAN SAUDAH BINTI ZUM’AH

​Bismillahirrahmaanirrahiim

Setelah Bunda Khadijah wafat, tidak ada wanita yang mengurus rumah tangga beliau. Maka, Khaulah binti Hakim As Salamiyah, istri Utsman bin Mash’un, tergerak hatinya. Ia menawarkan kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dua orang wanita untuk menjadi istri beliau, yaitu Aisyah binti Abu Bakar dan Saudah binti Zum’ah. Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam menerima keduanya. Beliau melamar Aisyah, tetapi menunda pernikahannya sampai Aisyah dewasa. Beliau jug melamar Saudah binti Zum’ah. 
Saudah binti Zum’ah termasuk salah seorang wanita pertama yang memeluk Islam. Bersama suaminya terdahulu, ia hijrah ke Habasyah bersama rombongan kedua. Di tempat itulah, suaminya  meninggal dan ia pulang sebagai seorang janda. Usianya sudah tidak muda lagi, telah 55 tahun. Ia termasuk wanita yang sangat miskin. Namun, kegigihannya melawan penindasan Quraisy sudah tidak diragukan lagi. Maka, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam menikahi Saudah untuk menolongnya dan memberinya perlindungan. Alangkah terkejut dan gembiranya Saudah dilamar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, begitu pula ayahnya yang sudah kehilangan harapan  bahwa putrinya akan mendapat lagi seorang suami. Dengan mas kawin empat ratus dirham, kini Bunda Saudah telah menjadi ummulmukminin, ibu orang-orang mukmin. Ia menempuh hidup penuh perjuangan bersama Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Ia sangat mengasihi Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam sehingga ketika Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam menikahi Bunda Aisyah, Bunda Saudah memberikan waktu gilirnya untuk Bunda Aisyah. 
Bunda Aisyah berkata, “Telah menjadi kebiasaan bagi Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam jika akan keluar kota, beliau selalu mengundi nama-nama istrinya. Siapa yang namanya keluar, maka dialah yang beruntung ikut bersama beliau. Beliau juga menggilir setiap istrinya sehari semalam. Namun, giliran Saudah binti Zum’ah kadang-kadang diberikannya untukku dengan mengharap kasih sayang dan keridhaan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.”
Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam yang menyanyangi Bunda Saudah merasa khawatir istrinya itu tidak bahagia karena selalu mengalah. Maka, beliau bertanya bahwa apabila Bunda Saudah merasa berat menjalani hidup sebagai istri beliau, beliau bersedia menceraikannya agar bisa lebih bahagia. Namun, Bunda Saudah memberi jawaban mengharukan, “Demi Allah, aku ingin tetap menjadi istrimu karena aku ingin kelak dihidupkan Allah sebagai istrimu di akhirat.”
Sumber: Buku Muhammad Teladanku 
Wallahu’alam bish-shawabi

💫💫💫
Allahumma Shalli ‘ala Muhammad Wa ‘alla aali Muhammad
Barakallahu Fiikum 😊
“Happy with Siroh – Happy with Muhammad Teladanku” 
©Gen’ TaRa – Generasi Cinta Rasul – SDI Jabar